12.08.2012
Yuhu..
Karena sedang terkena sindrom malas ngeblog, maka postingan saya kali ini cuma ingin ngasih tau beberapa lagu yang lagi sering saya dengerin. Lalu, kapankah sindrom ini akan berakhir? Yaaa.. kita tunggu saja pemirsa...
Adera - Lebih Indah
Tulus - Teman Hidup
Ran - Salah Tingkah
11.17.2012
even the clouds know this...
I keep this to myself
Waiting 'til I know you better
So I'm hiding what I'm feeling...
But I'm tired of holding this inside my head
--Fallin' for You by Colbie Caillat
Waiting 'til I know you better
So I'm hiding what I'm feeling...
But I'm tired of holding this inside my head
--Fallin' for You by Colbie Caillat
Moral of this post is don't rush into love,
because even in fairy tales, the happy ending takes place on the last page
*sigh*
:)
:)
Labels:
Music,
Photography,
Quotes
11.09.2012
Pinhole Photography: Black & White
Lucky BW asa 200 |
Inilah beberapa foto hasil bidikan kamera lubang jarum saya yang malahan lebih absurd daripada percobaan pertama. Meskipun begitu saya tetap suka karena fotonya jadi berkarakter sekali, efek gloomy dapet. Foto pertama adalah the best capture karena akhirnya saya berhasil nge-shoot light trails. Yay! Foto itu bisa saya dapet dengan membiarkan lubang terekspose cahaya kira-kira selama 45 menit. Supaya stabil kamera saya biarkan saja di dinding pagar rumah. Akhirnya terekamlah jejak-jejak cahaya dari lampu motor. Oya, waktu nge-shoot kira-kira pukul 17.30.
Dengan begini rasa penasaran saya sama pinhole camera saya sudahi saja, hehehe, berikutnya saya masih punya hutang untuk bermain dengan si KuKu, kamera Recesky TLR warna kuning yang setengah tahun lalu saya beli. Belum apa-apa si KuKu udah bikin saya pusing. Ngerakitnya aja sampe bikin frustasi, eh begitu selesai ternyata ada bagian yang patah.. begitu saya perbaiki, eh filmnya lepas. Hahahaa bukan permulaan yang baik. Cerita tentang KuKu mungkin akan saya ceritakan di postingan berikutnya ;)
Labels:
Craft,
DIY,
Photography
Relativity
“If you like it, you'll find a way to justify it.
But if you don't , you'll find ways to falsify it.”
But if you don't , you'll find ways to falsify it.”
―
Toba Beta,
My Ancestor Was an Ancient Astronaut
Uh.Oh. I couldn't agree more
Labels:
Photography,
Quotes
11.06.2012
Gerimis Mengundang
Bahagia itu murah buat saya. Cukup naik bis saat gerimis seperti ini dan duduk paling depan supaya tidak terganggu penumpang yang akan naik-turun. Akan lebih cihuy jika jalanan tidak macet dan pak sopir memutar tembang-tembang lawas dari radionya. Plus, beliau tidak merokok. Kalau sudah seperti itu biasanya saya bisa senyum-senyum sendiri, hehe :P
Labels:
Photography
Surprise Surprise
Terima kasih untuk Mbak Nurul yang tempo hari komen dan memberi tahu kalau blog ini dimuat di Chic Magazine issue 31 Okt-14 Nov 2012, karena dari kontributor Chic sendiri gak menghubungi saya sama sekali :| Saya pribadi ngucapin terima kasih banget blog ini sudah dimuat, tapi kalau seperti itu caranya mungkin aja kan saya ga akan tau selamanya kalau gak ada yang memberi tahu. Apakah mekanismenya memang seperti itu ya? *serius nanya*
Hmmm.. sutralah. Sekali lagi saya mau bilang terimaaa kasiiiiiih :) Makasih juga buat yang suka ngintip blog saya meskipun ga pernah komen, hehe :P
Btw, waktu baca artikelnya jujur saya sampe ngikik sendiri. Karena apa yang tertulis dalam artikel tersebut mengesankan bahwa saya ini orang yang over mellow gitu, hahaha. Aslinya dalam keseharian saya merasa cukup caur, mellow-nya kadang-kadang aja hehe :P
Hmmm.. sutralah. Sekali lagi saya mau bilang terimaaa kasiiiiiih :) Makasih juga buat yang suka ngintip blog saya meskipun ga pernah komen, hehe :P
Btw, waktu baca artikelnya jujur saya sampe ngikik sendiri. Karena apa yang tertulis dalam artikel tersebut mengesankan bahwa saya ini orang yang over mellow gitu, hahaha. Aslinya dalam keseharian saya merasa cukup caur, mellow-nya kadang-kadang aja hehe :P
Labels:
FYI
11.05.2012
Weekly Photo Challenge: Geometry
The Central Library of Universitas Indonesia |
Buildings along Jalan MH Thamrin Jakarta |
Labels:
Photography,
Weekly-Photo-Challenge
11.04.2012
A la Chef {page #6}
Sudah lama banget kayanya saya gak melanjutkan postingan tentang isi sketchbook. Terakhir saya posting halaman 5. Dan kali ini isi dari halaman 6 masih berhubungan dengan tema makanan, hehe. Sepertinya food illustration jadi obsesi baru saya setelah melihat-lihat gambar di theydrawandcook.com. Mungkin lain kali saya akan gambar menu lain dan diposting di web tersebut *semoga bukan sekedar wacana :P*. Kalau misi they draw and cook berhasil, tahap selanjutnya adalah theydrawandtravel. Hohoho banyak maunya ya...
Labels:
drawing,
illustration,
painting
?
Bagaimana bisa kalimat itu kau muntahkan dari otakmu?
Apa yang membuat amygdala mu terganggu?
Rindu?
Atau cinta yang terbelenggu?
Sudah sudah...
Tak usah kau pikirkan lagi dia
Memikirnya hanya akan membuat sakit kardia
Apa yang membuat amygdala mu terganggu?
Rindu?
Atau cinta yang terbelenggu?
Sudah sudah...
Tak usah kau pikirkan lagi dia
Memikirnya hanya akan membuat sakit kardia
Bahkan setiap sel otak yang kau jejali memori tentangnya
semua percuma
semua percuma
Sudah sudah...
Tak usahlah kau berduka
Aku di sini siap sedia
Akan kutampung segala rahasia
Tak usahlah kau berduka
Aku di sini siap sedia
Akan kutampung segala rahasia
*ditodong temen yang minta dibuatin puisi,
karena dia susah move on ya beginilah jadinya..hehe
plenty of fish in the sea, dear
sabar yak ;)*
Labels:
Photography,
Poems
11.03.2012
(」゜ロ゜)」
Aaaaaaaakkk ada apa inihhh.. Saya dapet laporan dari beberapa teman katanya mereka gak bisa komen di blog saya. Padahal settingannya udah bener loh. Duh.. bikin frustasi aja, padahal lagi perlu komentar untuk postingan kontes blog VOA. Aaaaaaahhhh rasanya pingin (╯°□°)╯︵ ┻━┻
Eh jangan ding.. sekarang lagi di kantor nanti dimarahin *balikin lagi mejanya* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)
Kalo misalnya kamu gak bisa komen juga di blog saya, tolong kabarin saya melalui email di leny[dot]latifah88[at]gmail[dot]com. Supaya saya usahakan mencari solusi, hehe.. sekarang sudah menyerah soalnya. Arigatou minna-san~ (シ_ _)シ
Eh jangan ding.. sekarang lagi di kantor nanti dimarahin *balikin lagi mejanya* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)
Kalo misalnya kamu gak bisa komen juga di blog saya, tolong kabarin saya melalui email di leny[dot]latifah88[at]gmail[dot]com. Supaya saya usahakan mencari solusi, hehe.. sekarang sudah menyerah soalnya. Arigatou minna-san~ (シ_ _)シ
Labels:
FYI
Euforia Pagi
Ada yang berbeda pagi ini
Udara terasa sejuk
seperti rasa pasta gigi
Angin pun bertiup lembut,
wangi stroberi
Bertelanjang kaki
Kutapaki bumi dalam sepi
Biar ia rasakan aroma kakiku ini
Dari jauh bisa kudengar tawa riang
burung merpati
Yang sedang bercanda bersama sejuta peri
Biar saja ...
Aku ingin menemui matahari
Harus kutitipkan salam ini sebelum pergi
:
Selamat pagi jantung hati
Mengenal engkau
Membuatku gila seperti candu ekstasi
Udara terasa sejuk
seperti rasa pasta gigi
Angin pun bertiup lembut,
wangi stroberi
Bertelanjang kaki
Kutapaki bumi dalam sepi
Biar ia rasakan aroma kakiku ini
Dari jauh bisa kudengar tawa riang
burung merpati
Yang sedang bercanda bersama sejuta peri
Biar saja ...
Aku ingin menemui matahari
Harus kutitipkan salam ini sebelum pergi
:
Selamat pagi jantung hati
Mengenal engkau
Membuatku gila seperti candu ekstasi
Labels:
Photography,
Poems
11.01.2012
Jackpot!
Alhamdulilah.. dua tahun berturut-turut saya dapet gratisan smartphone, hohoho. Tahun lalu saya dapet Blackberry Gemini Curve hadiah dari doorprize ultah kantor kakak saya. Sebetulnya yang dapet kakak, tapi dia kasih ke saya, hehe. Nah, tahun ini dapet lagi yang lebih kece berupa Samsung Galaxy Note II yang baru aja launching di Indonesia. Eng ing eng kenapa saya bisa dapet phablet kece tersebut? Jadi selama beberapa hari ke belakang saya getol banget ikutan 1 day 1 note di twitter. Kontesnya sih sekitar 2 minggu, tapi saya baru benar-benar ikut pas 4 hari terakhir. Dibela-belain deh tuh begadang buat submit karya berupa #Note2Draw , #Note2Write , dan #Note2Capture . Thank God.. karya saya berupa #Note2Write dengan tema Breakthrough Artist menang, kira-kira beginilah penampakannya:
Setelah dibaca lagi sih, saya paham betul kok paragraf yang saya buat antar kalimatnya gak nyambung. Hahahaha.. menandakan bahwa saya udah mentok, wekeke gapapah yang penting menang :P
Dan sekarang ini saya lagi semangat ikut kontes blog VOA. Sebetulnya saya udah tahu tentang kontes ini sejak awal tahun ini, tapi ditunda-tunda mulu.. hahaha emang bener-bener deh penyakit males itu amat berbahaya. Tetapi saya percaya.. keajaiban akan selalu ada bagi deadliner dan procrastinator seperti saya ini, hohoho. Oia jangan lupa komen di postingan kontes blog VOA saya ya! ;) :)
Fakta: saya ga suka-suka amat sama warna pink. Sekian. |
10.31.2012
Perlukah Pemberian Label pada Makanan Transgenik?
Mulai tahun 1996, makanan transgenik mulai dikenalkan kepada publik Amerika Serikat dan mulai membanjiri pasar kebutuhan makanan. Sejak diperkenalkan tahun 1996 hingga sekarang, belum ada aturan yang jelas tentang pengujian makanan transgenik serta peraturan mengenai kewajiban produsen untuk memberikan label GMO pada kemasan makanan. Hal itu membuat warga Amerika Serikat, khususnya di negara bagian California melakukan kampanye "Yes on 37" untuk mendukung kewajiban pelabelan makanan transgenik. Berdasarkan artikel VOA tanggal 25 Oktober 2012, kampanye tersebut akan dibahas dalam referendum yang diselenggarakan pada bulan November mendatang.
Belum adanya aturan mengenai pemberian label pada makanan transgenik juga terjadi di negara tetangga Amerika Serikat, Kanada. Berbeda dengan di 40 negara lainnya termasuk Australia, Jepang, dan negara-negara di Uni Eropa yang telah memiliki regulasi yang ketat mengenai pemasaran makanan transgenik, termasuk pemberian label kemasan. Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan makanan transgenik?
Makanan transgenik merupakan bahan makanan yang berasal dari organisme hasil rekayasa genetika atau GMO (genetically modified organism), yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain yang dihasilkan dari teknologi DNA rekombinan. Teknologi DNA rekombinan merupakan teknik menggabungkan DNA suatu organisme dengan DNA organisme lain. Bisa dikatakan bahwa organisme trasngenik merupakan mutan, karena secara genetik dan fenotip sifat yang dimiliki organisme tersebut berubah dari sifat aslinya. Sejauh ini penelitian membuktikan bahwa tumbuhan lebih mudah direkayasa daripada sebagian besar hewan. Tumbuhan yang pertama kali direkayasa genetik yang diterima FDA (Food and Drug Administration--sejenis BPOM di Amerika Serikat) ialah tomat yang direkayasa dengan gen untuk memperlambat pembusukan. Khususnya di Amerika Serikat, tumbuhan yang paling banyak direkayasa antara lain jagung, kapas (di Amerika Serikat minyak biji kapas banyak digunakan sebagai minyak sayur), kedelai, dan bit gula. Banyak tanaman budidaya juga dibuat lebih produktif oleh rekayasa genetik dengan cara membesarkan bagian-bagian akar, batang, daun, bunga atau menghilangkan biji.
Akan tetapi makanan transgenik memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang kemungkinan potensi berbahaya bagi kesehatan. Muncul kekhawatiran makanan transgenik akan menghasilkan toksik atau menyebabkan alergi bagi sebagian orang. Ada perdebatan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh makanan transgenik, sebagian ilmuwan menyatakan bahwa organisme transgenik tidak jauh berbeda dengan organisme hasil perkawinan-silang tradisional atau hibridisasi. Karena tidak pernah ada organisme hibrid yang diuji sebelum dilepas ke pasaran, hal itu dijadikan alasan bahwa organisme transgenik tidak perlu diperlakukan dengan berbeda. Pengujian makanan transgenik biasanya mencakup memberi makan hewan uji selama 90 hari untuk uji toksikologi. Hal itu sama seperti pengujian terhadap pengujian bahan makanan lain selain makanan transgenik.
VOA dalam laporan beritanya pada tanggal 25 Oktober 2012 menyatakan bahwa belum lama ini sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food and Chemical Toxicology melaporkan bahwa pemberian jagung transgenik selama dua tahun menyebabkan tumor pada tikus percobaan. Alison van Eenennaam, pakar toksikologi dari Universitas California dalam artikel VOA menyatakan bahwa penelitian tersebut bersifat lemah dan dinilai hanya bertujuan untuk menciptakan ketakutan dalam benak konsumen. Otorita Keamanan Pangan Eropa juga meragukan penelitian tersebut karena tidak cukupnya hewan kontrol serta metode analisis yang di bawah standar. Tetapi publik Amerika Serikat tetap menuntut FDA untuk membuat regulasi yang ketat mengenai pengujian makakan transgenik terutama pemberian label pada kemasan makanan hasil rekayasa genetik. Hal ini bertujuan untuk memberi hak kepada konsumen untuk mengetahui bahan makanan yang mereka pilih.
Lalu bagaimana dengan makanan transgenik di Indonesia? Makanan transgenik sudah cukup populer di masyarakat Indonesia--terutama kedelai dan jagung impor--meskipun pengetahuan masyarakat akan makanan transgenik masih minim. Di Indonesia juga belum ada kewajiban pemberian label pada makanan olahan yang mengandung bahan trasngenik. Menurut Kepala BPOM Lucky S. Slamet, pelabelan pada makanan transgenik hanya untuk mempermudah konsumen dalam memilih bahan makanan, dan tidak berkaitan dengan keamanan produk. Karena keamanan pangan trasngenik di pasaran sudah dijamin pemerintah melalui BPOM.
Menurut saya, pemberian label pada makanan transgenik penting dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi hak konsumen yaitu hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Selain itu, hal yang jauh lebih penting adalah memperketat pengujian dan uji keamanan pangan, jangan sampai pengujian dilemahkan hanya untuk perkara meraup untung sebesar-besarnya. Karena umumnya produksi makanan transgenik dilakukan demi melakukan prinsip ekonomi. Jangan sampai hal itu malah merugikan kesehatan manusia dan juga lingkungan sekitar.Mengenai ancam an-ancaman potensi bahaya makanan transgenik bagi kesehatan dan lingkungan, saya harap hal itu tidak mengganggu perkembangan teknologi rekayasa genetik dalam bidang pertanian, karena hal itu justru akan menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Jika ditanya "apakah saya pro makanan transgenik atau organik?", maka jawaban saya adalah pro untuk keduanya ;)
Referensi: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
Belum adanya aturan mengenai pemberian label pada makanan transgenik juga terjadi di negara tetangga Amerika Serikat, Kanada. Berbeda dengan di 40 negara lainnya termasuk Australia, Jepang, dan negara-negara di Uni Eropa yang telah memiliki regulasi yang ketat mengenai pemasaran makanan transgenik, termasuk pemberian label kemasan. Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan makanan transgenik?
Makanan transgenik merupakan bahan makanan yang berasal dari organisme hasil rekayasa genetika atau GMO (genetically modified organism), yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain yang dihasilkan dari teknologi DNA rekombinan. Teknologi DNA rekombinan merupakan teknik menggabungkan DNA suatu organisme dengan DNA organisme lain. Bisa dikatakan bahwa organisme trasngenik merupakan mutan, karena secara genetik dan fenotip sifat yang dimiliki organisme tersebut berubah dari sifat aslinya. Sejauh ini penelitian membuktikan bahwa tumbuhan lebih mudah direkayasa daripada sebagian besar hewan. Tumbuhan yang pertama kali direkayasa genetik yang diterima FDA (Food and Drug Administration--sejenis BPOM di Amerika Serikat) ialah tomat yang direkayasa dengan gen untuk memperlambat pembusukan. Khususnya di Amerika Serikat, tumbuhan yang paling banyak direkayasa antara lain jagung, kapas (di Amerika Serikat minyak biji kapas banyak digunakan sebagai minyak sayur), kedelai, dan bit gula. Banyak tanaman budidaya juga dibuat lebih produktif oleh rekayasa genetik dengan cara membesarkan bagian-bagian akar, batang, daun, bunga atau menghilangkan biji.
Photo credit: G. Munkvold via www.apsnet.org |
Jagung transgenik resisten jamur (kiri), jagung nontransgenik (kanan) menunjukkan jagung ditumbuhi jamur.
Akan tetapi makanan transgenik memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang kemungkinan potensi berbahaya bagi kesehatan. Muncul kekhawatiran makanan transgenik akan menghasilkan toksik atau menyebabkan alergi bagi sebagian orang. Ada perdebatan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh makanan transgenik, sebagian ilmuwan menyatakan bahwa organisme transgenik tidak jauh berbeda dengan organisme hasil perkawinan-silang tradisional atau hibridisasi. Karena tidak pernah ada organisme hibrid yang diuji sebelum dilepas ke pasaran, hal itu dijadikan alasan bahwa organisme transgenik tidak perlu diperlakukan dengan berbeda. Pengujian makanan transgenik biasanya mencakup memberi makan hewan uji selama 90 hari untuk uji toksikologi. Hal itu sama seperti pengujian terhadap pengujian bahan makanan lain selain makanan transgenik.
VOA dalam laporan beritanya pada tanggal 25 Oktober 2012 menyatakan bahwa belum lama ini sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food and Chemical Toxicology melaporkan bahwa pemberian jagung transgenik selama dua tahun menyebabkan tumor pada tikus percobaan. Alison van Eenennaam, pakar toksikologi dari Universitas California dalam artikel VOA menyatakan bahwa penelitian tersebut bersifat lemah dan dinilai hanya bertujuan untuk menciptakan ketakutan dalam benak konsumen. Otorita Keamanan Pangan Eropa juga meragukan penelitian tersebut karena tidak cukupnya hewan kontrol serta metode analisis yang di bawah standar. Tetapi publik Amerika Serikat tetap menuntut FDA untuk membuat regulasi yang ketat mengenai pengujian makakan transgenik terutama pemberian label pada kemasan makanan hasil rekayasa genetik. Hal ini bertujuan untuk memberi hak kepada konsumen untuk mengetahui bahan makanan yang mereka pilih.
Photo credit: Daniel Goehring |
Menurut saya, pemberian label pada makanan transgenik penting dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi hak konsumen yaitu hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Selain itu, hal yang jauh lebih penting adalah memperketat pengujian dan uji keamanan pangan, jangan sampai pengujian dilemahkan hanya untuk perkara meraup untung sebesar-besarnya. Karena umumnya produksi makanan transgenik dilakukan demi melakukan prinsip ekonomi. Jangan sampai hal itu malah merugikan kesehatan manusia dan juga lingkungan sekitar.Mengenai ancam an-ancaman potensi bahaya makanan transgenik bagi kesehatan dan lingkungan, saya harap hal itu tidak mengganggu perkembangan teknologi rekayasa genetik dalam bidang pertanian, karena hal itu justru akan menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Jika ditanya "apakah saya pro makanan transgenik atau organik?", maka jawaban saya adalah pro untuk keduanya ;)
Referensi: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
Labels:
KontesBlog,
VOA
10.25.2012
Menarik Minat Baca Anak: Let's make reading fun!
Dua bocah kecil yang ada pada foto di atas adalah keponakan saya, Leia (3) dan Shirin (5), yang sedang terkena demam Sailor Moon. Semua hal yang berbau Sailor Moon pasti akan membuat mereka, terutama Shirin, histeris. Sebenarnya dia belum lancar membaca tapi sudah bisa mengenal dan mengeja huruf. Meskipun belum bisa baca mereka berdua senang kalau diberikan buku cerita bergambar. Tetapi ketertarikan Shirin terhadap buku cerita bisa berbeda-beda, tergantung sejauh mana dia mengenal karakter itu. Adiknya, Leia yang suka Strawberry on The Shortcake juga demikian. Ternyata pengenalan karakter untuk menarik minat baca anak itu perlu banget. Contohnya seperti liputan Feature VOA tanggal 08/10/2012, tentang penerbit buku di US yang berlomba-lomba menarik minat baca anak dengan menghadirkan karakter yang ada dalam buku ke pameran. Metode itu mungkin hampir sama dengan cara penerbit di Indonesia saat pameran buku. FYI aja, saya kerja di penerbit buku, dan cara itu pun juga diterapkan :D
Nah, yang menarik dalam liputan tersebut adalah selain menampilkan karakter dalam buku ke pameran, ternyata ada juga acara tv di Amerika yang khusus membedah buku. Di Indonesia belum ada acara tv yang khusus membahas buku seperti itu. Mungkin ada, tetapi hanya sesekali itupun dibahas di talkshow atau berita ringan saat akhir pekan. Jadi gak heran jika minat baca publik Amerika begitu besar, sampai-sampai sedang nunggu dan berdiri di subway pun sambil baca buku lho! Bahkan ada gelandangan yang meminta-minta sambil membaca.
Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini. Mengapa membaca begitu sangat penting? Dr. Seuss berkata "The more that you read, the more things you will know. the more that you learn, the more places you'll go". Membaca mempunyai peran sebagai dasar kualifikasi tertentu seseorang mencapai prestasi. Dengan membaca seseorang memperoleh pengetahuan atau informasi. Contohnya, seorang pelajar harus mempelajari atau membaca sejumlah bacaan dalam rangka menuntut ilmu. Begitu pula dengan pengajar yang harus didukung dengan kegiatan membaca untuk memperbarui pengetahuannya. Ketika membuat tulisan ini, saya pun harus mencari dan membaca berbagai referensi.
Yang membuat sedih adalah minat baca di Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga kita yaitu Singapura dan Malaysia. Padahal besarnya minat baca suatu bangsa bisa menjadi tolak ukur kemajuan bangsa tersebut. Lalu mengapa minat baca di Indonesia tergolong rendah? Salah satu faktor karena pengaruh rendahnya minat baca di lingkungan keluarga. Menurut saya, keluarga merupakan lingkungan strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca. Jika anak-anak tidak suka membaca, bisa jadi karena orang tua yang menanamkan minat baca dengan cara yang kaku dan memaksa. Padahal membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan merupakan kegiatan yang dapat mempererat hubungan orang tua dan anak. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak antara lain:
1) Mengenalkan buku yang kita baca/sukai waktu kecil ke anak-anak. Contohnya seperti Shirin yang dikenalkan dengan Sailor Moon, mungkin efeknya dia menjadi anak yang salah jaman... hihihi :p
2) Memberi sumber bacaan yang sesuai dengan minat dan hobi anak, misalnya anak laki-laki yang suka bermain sepak bola bisa diberikan komik Kapten Tsubasa (duhh.. lawas ya, maklum deh anak 90an :p)
3) Mendongeng. "You're never too old, too wacky, too wild, to pick up a book and read to a child"--Dr. Seuss. Jadi, bacakanlah cerita untuk mereka, atau berganti peran, minta mereka membaca untuk anda. Kids are never too old to be read to or let your kids read to you. Ketika bercerita mungkin bisa sambil direkam, seperti pengalaman saya kecil dulu. Saya senang membacakan cerita untuk orang lain, saking narsisnya sampai saya rekam supaya bisa didengar berulang-ulang karena ada perasaan yang lucu ketika mendengar suara sendiri, hehe :P
4) Mendengarkan audiobook. Audiobook biasanya disertakan juga dengan bukunya. Jadi dalam kegiatan ini anak tidak hanya dilatih untuk membaca, tetapi juga dilatih untuk fokus mendengarkan sebuah cerita. Waktu kecil saya senang sekali mendengarkan audiobook dari kaset. Salah satu judul yang saya ingat adalah "Alberto si Prajurit Timah", yang kemudian baru saya tahu ternyata cerita tersebut diadaptasi dari dongeng "The Steadfast Tin Soldier" karya Hans Christian Andersen. Ahh ceritanya sedih banget.. saya sampai nangis.
5) Dan cara yang paling baik menurut saya adalah menjadi role model bagi mereka. Kalau mereka melihat orang dewasa membaca, mereka akan menganggap membaca adalah aktivitas yang menyenangkan dan seru sehingga mereka akan mengikutinya.
Menumbuhkan kebiasaan membaca kepada masyarakat terutama pada anak sangat penting. Hal itu terkait dengan membuka wacana baru dan menambah wawasan untuk perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. So, read every day. Read together. Let's make reading fun!
Referensi: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Nah, yang menarik dalam liputan tersebut adalah selain menampilkan karakter dalam buku ke pameran, ternyata ada juga acara tv di Amerika yang khusus membedah buku. Di Indonesia belum ada acara tv yang khusus membahas buku seperti itu. Mungkin ada, tetapi hanya sesekali itupun dibahas di talkshow atau berita ringan saat akhir pekan. Jadi gak heran jika minat baca publik Amerika begitu besar, sampai-sampai sedang nunggu dan berdiri di subway pun sambil baca buku lho! Bahkan ada gelandangan yang meminta-minta sambil membaca.
Photo credit: undergroundnewyorkpubliclibrary.com |
Yang membuat sedih adalah minat baca di Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga kita yaitu Singapura dan Malaysia. Padahal besarnya minat baca suatu bangsa bisa menjadi tolak ukur kemajuan bangsa tersebut. Lalu mengapa minat baca di Indonesia tergolong rendah? Salah satu faktor karena pengaruh rendahnya minat baca di lingkungan keluarga. Menurut saya, keluarga merupakan lingkungan strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca. Jika anak-anak tidak suka membaca, bisa jadi karena orang tua yang menanamkan minat baca dengan cara yang kaku dan memaksa. Padahal membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan merupakan kegiatan yang dapat mempererat hubungan orang tua dan anak. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak antara lain:
1) Mengenalkan buku yang kita baca/sukai waktu kecil ke anak-anak. Contohnya seperti Shirin yang dikenalkan dengan Sailor Moon, mungkin efeknya dia menjadi anak yang salah jaman... hihihi :p
2) Memberi sumber bacaan yang sesuai dengan minat dan hobi anak, misalnya anak laki-laki yang suka bermain sepak bola bisa diberikan komik Kapten Tsubasa (duhh.. lawas ya, maklum deh anak 90an :p)
Photo credit: clipart.com |
4) Mendengarkan audiobook. Audiobook biasanya disertakan juga dengan bukunya. Jadi dalam kegiatan ini anak tidak hanya dilatih untuk membaca, tetapi juga dilatih untuk fokus mendengarkan sebuah cerita. Waktu kecil saya senang sekali mendengarkan audiobook dari kaset. Salah satu judul yang saya ingat adalah "Alberto si Prajurit Timah", yang kemudian baru saya tahu ternyata cerita tersebut diadaptasi dari dongeng "The Steadfast Tin Soldier" karya Hans Christian Andersen. Ahh ceritanya sedih banget.. saya sampai nangis.
5) Dan cara yang paling baik menurut saya adalah menjadi role model bagi mereka. Kalau mereka melihat orang dewasa membaca, mereka akan menganggap membaca adalah aktivitas yang menyenangkan dan seru sehingga mereka akan mengikutinya.
Menumbuhkan kebiasaan membaca kepada masyarakat terutama pada anak sangat penting. Hal itu terkait dengan membuka wacana baru dan menambah wawasan untuk perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. So, read every day. Read together. Let's make reading fun!
Referensi: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Labels:
KontesBlog,
VOA
10.23.2012
Weekly Photo Challenge: Silhouette
I
saw a bird soaring through the air last Monday.
Not
sure what type of bird this is, but I guess it is crested honey buzzard, Pernis
ptilorhynchus.
So
peaceful and joyous to see a moment like this.
I
am blessed :)
Labels:
Photography,
Weekly-Photo-Challenge
Kusimpan rindu ini dalam-dalam,
kukubur di dasar lautan seperti kapal karam
Kusimpan rindu ini rapat-rapat,
agar tak terkena hujan lalu berkarat
Tapi rindu ini sia-sia
Hanya berat di bahuku saja
Apa perlu rindu ini kubakar saja?
hingga asapnya memenuhi udara
Lalu kau hirup sampai paru-parumu berjelaga
kukubur di dasar lautan seperti kapal karam
Kusimpan rindu ini rapat-rapat,
agar tak terkena hujan lalu berkarat
Tapi rindu ini sia-sia
Hanya berat di bahuku saja
Apa perlu rindu ini kubakar saja?
hingga asapnya memenuhi udara
Lalu kau hirup sampai paru-parumu berjelaga
Labels:
Photography,
Poems
nggak galau
Akhir-akhir ini blog saya agak ternodai dengan postingan puisi yang sedikit gundah gulana. Saya tidak galau kok, hanya sedang senang bermain kata-kata. Dan ternyata nulis puisi itu belajar jadi lebih peka loh, hehe :)
Labels:
FYI
10.18.2012
Weekly Photo Challenge: Big
Giant helium balloon on Taman Mini Indonesia Indah |
"I
pick the prettiest part of the sky and I melt into the wing and then
into the air,
till I'm just soul on a sunbeam."
till I'm just soul on a sunbeam."
-- Richard Bach
Labels:
Photography,
Weekly-Photo-Challenge
10.11.2012
Weekly Photo Challenge: Happy
Sort of things that makes me happy. (1) Sits on a park bench and surrounded by flowers. (2) Watching music performance (3) The scent of rain on dry earth. (4) Cute flat shoes. (5) The smell of sea water and sound of rolling sea waves. (6) Going to amusement park. (7) Staring the sun sets from my bedroom window. (8) Walking in gentle rain. (9) Eats -Indonesian-hot (as in spicy) foods. :)
Labels:
Photography,
Weekly-Photo-Challenge
10.07.2012
10.05.2012
Di ujung rindu
Di balik butiran-butiran air yang jatuh dari angkasa,
kusisipkan nama kita dalam doa.
Hei kamu yang di sana,
semoga besok kita berjumpa :)
kusisipkan nama kita dalam doa.
Hei kamu yang di sana,
semoga besok kita berjumpa :)
Labels:
Photography,
Poems
10.03.2012
Weekly Photo Challenge: Mine
This sketchbook is mine. During my free time I really like to draw. I draw everything but mostly I drawing people, flowers, and foods. Actually, I'm not really good in drawing with pencils especially drawing hair or fur and understanding lights and shadows. Anyway these are few of my drawings.
So, the girl illustration on first photo is me, 17 years ago :D
xoxo
Labels:
drawing,
illustration,
Photography,
Weekly-Photo-Challenge
9.30.2012
Selamat hari Minggu, Kamu
Sebelum kenal kamu
Aku lebih suka kelabu
Tetapi semenjak kamu berseliweran di kepalaku
Aku lebih suka merah jambu
Udara yang kuhirup bercampur aroma tubuhmu
Sesak memenuhi paru-paru
Burung-burung pun lebih berkicau merdu
Kata orang ini rindu
Hihihi... Aku tersipu malu
Hei kamu
Apa yang kamu lakukan di hari Minggu
Aku di sini memikirkanmu
Labels:
Photography,
Poems
Pintu yang Menunggu
Pintu ini terkunci. Lama
Menunggu seorang pemuda tegap untuk membukanya Pintu ini tak pernah bosan menanti
Ia terus memandangi orang-orang yang hilir mudik berlari
atau jalan tergesa-gesa mencari pintunya yang sejati
Entah berapa juta detik yang dilalui pintu ini
Sudah ada yang mencoba untuk membukanya
Ah, tapi pintu ini tetap terkunci
Maaf pemuda, pintumu bukan yang ini!
Hingga suatu hari,
pintu ini melihat pemuda tegap yang ia dambakan
Pemuda berwajah teduh yang tampan
Paras yang selalu ia nantikan
Dua puluh langkah lagi
Tidak! tidak! sepuluh langkah lagi kurasa ia akan mendekat
Dan tiba-tiba ia berhenti
Ada apa?
Oh, sepertinya ia tersesat
Lalu tiba-tiba datang dua malaikat
Menggiring pemuda tegap menuju pintu ini
Tenang, membukanya kau tak perlu buru-buru
Tapi juga jangan terlalu lama
Kamu perlu tahu, wahai pemuda
Ada sebuah pendiangan dibalik pintu ini
Pendiangan yang sudah dinyalakan api
Api ini bisa mati
Bisa juga berkobar hingga melahap semua menjadi abu
Termasuk pintu ini
Tetapi, api itu berusaha menyala kecil
Api yang menghangatkan dan menghidupi
Hei pemuda yang tegap berdiri
Aku yakin kaulah pemegang kunci
Aku yang ditemani Jason Mraz bernyanyi
"I won't give up on us, Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up"
I'm giving you all my love
I'm still looking up"
Labels:
Photography,
Poems
Subscribe to:
Posts (Atom)